The Dead Returns: Perjumpaan Pertama Dengan Akiyoshi Rikako

Novel The Dead Returns Akiyoshi Rikako

Lagi, kawan-kawan saya di grup whatsapp itu ramai sekali membahas novel terbaru karya penulis Jepang Akiyoshi Rikako. Saya tidak tahu siapa dia. Tetapi, penulis bergenre misteri yang satu itu tampaknya memang memiliki banyak penggemar di sana. Alih-alih merasa jengah, saya justru terpancing semakin penasaran.

Tempo lalu akhirnya saya berkunjung ke toko buku. Sengaja ingin berjumpa dengan Akiyoshi-sensei. Setelah menyisir rak demi rak, akhirnya saya temukan buku-bukunya yang berjajar rapi di salah satu sudut. Ada beberapa, di antaranya ialah yang berjudul "Girls In The Dark" dan yang paling anyar tentu saja "Scheduled Suicide Day". Setelah menekuni satu-satu ringkasan cerita di sampul belakang, akhirnya pilihan saya jatuh pada salah satu karyanya: "The Dead Returns".

Begini premis ceritanya:

Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing. Untungnya aku selamat.

Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin, aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja. Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.

Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas. Total, 35 orang. Salah satunya adalah pembunuhku.

Menarik, bukan? Aroma misteri tercium cukup pekat dan memancing rasa penasaran. Kabarnya, Akiyoshi Rikako memang merupakan spesialis dalam meramu cerita misteri bertensi tinggi.

Koyama Nobuo, tokoh utama rekaan Rikako-sensei dalam buku ini, adalah murid cowok di salah satu SMA yang dibunuh pada suatu malam. Ia didorong dari atas tebing hingga terjatuh. Tetapi Nobuo tidak mati. Maksud saya, jiwanya masih hidup. Dengan konsep a la supranatural, Nobuo mengalami pertukaran jiwa dengan seseorang bernama Takahashi Shinji, sosok yang malam itu juga berada di tempat yang sama, yang sebetulnya hendak menolong Nobuo tapi ikut terjatuh juga.

Di awal, kita pun diajak untuk mengikuti kehidupan Nobuo yang baru. Nobuo, yang digambarkan sebagai cowok cupu dan jelek, harus beradaptasi merasakan kehidupan sebagai Takahashi yang merupakan seorang cowok tampan yang keren. Sosok yang jauh bertolak belakang dengan dirinya.

Sampai di sini, semua terasa baik-baik saja. Penulis yang merupakan lulusan Sastra Universitas Waseda inipun mulai mengisi ruang-ruang kosong cerita dengan cermat. Fakta-fakta barupun bermunculan.

Saya pun digiring untuk meyakini 'fakta-fakta' yang ia tebar. Sampai, ketika menuju paruh terakhir cerita segalanya tampak berbeda. Dengan kenyataan baru yang disuguhkan, Rikako-sensei memelintir apa yang telah kita yakini sebelumnya. Apa yang terjadi pada Nobuo benar-benar di luar dugaan

Keahlian Rikako-sensei dalam menciptakan twist barangkali merupakan salah satu daya tariknya. Membaca cerita misteri a la detektif semacam ini, pembaca biasanya cenderung menerka-nerka siapa pelakunya (bahkan mungkin lengkap dengan analisis motif pelaku). Tidak terkecuali saya. Ketika membaca novel setebal 200-an halaman inipun saya mengalami sensasi yang lebih-kurang serupa. Saya bahkan tergoda untuk membuka halaman terakhir demi mengintip siapa pembunuh di balik itu semua.

Hanya saja, Rikako-sensei tampaknya tidak ingin menyembunyikan sosok pelaku terlalu lama. Bahkan sebelum mencapai bagian akhir cerita, saya (dan mungkin pembaca lainnya) sudah dapat menebak secara jitu siapa yang menyebabkan Nobuo terperosok dari atas tebing malam itu.

Mmm... tapi belum selesai sampai di situ saja. Sebab, dalam "The Dead Returns" rupanya Akiyoshi Rikako punya kejutan lain. Di halaman-halaman terakhir, kita mungkin baru menyadari profil sejati sang pembunuh, dan apa yang benar-benar terjadi pada Koyama Nobuo dan Takahashi Shinji.

Tentang Fenomena Penguntit Dan Bullying-Tak-Langsung

Selain menyuguhkan cerita misteri penuh twist, Akiyoshi Rikako juga menyelipkan drama kehidupan remaja. Bisa jadi, gambaran kehidupan Koyama Nobuo dan Takahashi Shinji mewakili kehidupan remaja Jepang pada umumnya.

Nobuo digambarkan sebagai cowok yang tidak menarik. Dia juga seorang otaku (maniak) kereta api. Ditambah dengan wataknya yang tidak percaya diri, kehidupan sosial Nobuo di sekolah pun tidak secemerlang teman-temannya yang lain.

Keberadaan Nobuo di kelas seakan tidak ada artinya. Memang sih, murid-murid kelasnya tidak ada yang merisaknya secara langsung. Tetapi, perasaan diasingkan yang dialami Nobuo boleh jadi sama menyakitkannya seperti saat terjadi bullying.

Fenomena bullying-tak-langsung semacam itu rasanya cukup jamak terjadi di lingkungan sekolah. Para murid biasanya membentuk grup -grup atau geng-geng, dengan tujuan untuk menunjukkan eksistensi masing-masing. Kemudian, tanpa sadar terciptalah sekat-sekat antar kelompok tersebut, yang mana pada kondisi ekstrem dapat memunculkan gesekan antara satu dengan yang lain. Sementara itu, bagi murid macam Nobuo yang merupakan anomali, dia tidak akan cocok masuk di kelompok manapun. Dia akan terasing atau bahkan diasingkan oleh yang lain.

Dalam "The Dead Returns", Rikako sensei juga memberi satu gambaran mengenai fenomena lainnya, yaitu fenomena penguntit (stalker). Perhatian yang tidak diinginkan dari seseorang nyatanya bisa menjadi amat mengerikan. Ketika perhatian itu diberikan secara terus-menerus tanpa diminta bahkan hingga pada fase di mana privasi korban diketahui oleh si pelaku, pastinya itu menakutkan sekali ya? Kita akan merasa seseorang mengikuti kemanapun kita pergi, dan bisa saja sewaktu-waktu orang itu akan menerkam kita. Whoa!

Para korban stalker biasanya adalah mereka kalangan orang-orang populer. Para artis barangkali sering mengalami itu ya, apalagi ketika berhadapan dengan para fans yang posesif. Lebih-lebih di era social-media seperti sekarang, di mana para fans bisa memantau pergerakan sang artis hanya melalui layar ponsel. Makanya, banyak juga artis yang memilih tidak memiliki akun media sosial sama sekali demi menjaga privasi mereka. Sebab, seperti yang digambarkan oleh Akiyoshi Rikako dalam novel ini, fenomena penguntit ini bisa sangat menakutkan. Hiiiy...

Jadi, bagaimana? Pilih jadi sosok yang diasingkan oleh lingkungan, atau sosok populer yang jadi target para stalker? Pilihan yang sulit, sepertinya. Hehe.


Comments

  1. Penulis Akiyoshi Rikako memang mantap kali buat cerita misteri. Ane aja baca tulisan dia membuat jantung dag dig dug

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Transportasi Saat Di Bangkok, Pilih Taksi Biasa atau Taksi Online?

Tuhan Maha Romantis, Menciptakan Jakarta Begitu Puitis

Paket Wisata Seru Ke Jepang Bersama Cheria Tour Travel, Biro Perjalanan Pilihan Hati