Buku-Buku Yang Paling Diincar Di Tahun 2017

Oalaaaah... Beli buku lagi, beli buku lagi... 

Dulu... dulu sekali ibu suka bilang begitu setiap kali saya pulang membawa buku. Tapi ibu bilang gitu bukan dengan intonasi marah ya, paling cuma heran aja. Wajar sih buat saya. Kenapa? Pertama, saya lahir di keluarga yang notabene bukanlah tipe keluarga melek literasi. Konon, sesuai tradisi keluarga pada jaman dahulu, yang sulung mesti mengalah sama adik-adiknya. Termasuk soal pendidikan. Jadilah, ibu dan bapak yang merupakan anak sulung sejak kecil rela tidak lanjut sekolah demi bisa bekerja supaya adik-adiknya bisa bersekolah setinggi-tingginya. Makanya Ibu dan Bapak jadi tidak begitu familiar dengan literatur dan budaya membaca. Yang penting bagi mereka mencari nafkah untuk adik-adiknya.

Alasan kedua, buku yang saya bawa pulang seringkali tidak hanya satu-dua, tapi bisa sampaidua kantong kresek besar bahkan lebih. Hahaha! Alhasil, ibu suka geleng-geleng kepala kalau sudah begini. Itu buku mau ditaruh di mana lagi? Di kandang ayam? Saya mah hehehehe aja. Tapi memang benar sih kata ibu. Sekarang buku-buku saya banyak yang nggak punya rumah. Maksudnya, suka tergeletak di mana-mana gitu karena rak sudah penuh. Ya gusti...

Salah satu daftar yang diincar. (http://www.penerbitkpg.id/)

Biasanya saya menulis wishlist buku apa saja yang kira-kira ingin saya beli di note hape. Jadi setiap ke toko buku, saya selalu buka note supaya yang dibeli nggak melenceng-lenceng amat gitu. Selain itu, jika ada buku baru yang saya ingin, langsung saya tulis pada note.

Nah bolehlah ya sekali-sekali saya tulis wishlist saya di sini...

Daftar ini isinya buku-buku yang ada di wishlist tapi belum kesampaian dibeli. Atau mungkin ada di tumpukan cuma belum sempet dibaca. Yang jelas saya tidak mungkin menuliskan semua yang ada di note hape saya, nanti bisa berjilid-jilid postingan-nya hahahaha. Postingan ini pun dibuat bukan dengan motivasi agar dibelikan ya. Tolong diingat itu. (Walaupun jika ada yang mikir demikian silakan gapapa kok hehehe).

Mari kita mulai.

1. Haruki Murakami

Saya mulai dengan karya fiksi ya. Kenapa? Karena buat saya karya fiksi juga nggak kalah penting. Banyak pengetahuan tentang interaksi manusia yang bisa dipelajari lewat karya fiksi atau novel. Itu satu dari sekian manfaatnya menurut saya. Jadi buat saya, mereka yang suka membaca fiksi juga cerdas dalam hal intrapersonal. Ya nggak sih?


Balik ke Murakami. Konon sebagian besar karya penulis Jepang ini memiliki nuansa kelam. Iya juga sih. Rasanya sering saya temukan karakter-karakter di novel beliau yang wataknya defresif. Tapi saya suka hahahaha. Kondisi suram itu tampaknya cukup relatable dengan kehidupan saat ini, apalagi mungkin di Jepang ya. Saya mulai membaca Murakami kira-kira dua tahun lalu, tapi sampai saat ini buku-buku beliau belum banyak yang saya koleksi. Seringnya saya malah baca buku-bukunya melalui e-book. Ampuni saya, Sensei. Jadi, untuk membayar rasa bersalah, saya rasa saya akan mulai koleksi dari sekarang deh hehe.

2. The Mystery Of Historical Jesus - Louay Fatoohi

Saya ingat pertama kali melihat buku ini adalah ketika saya berada di salah satu bazar buku nasional setahun silam, dan saya langsung ingin beli. Tapi uang saya saat itu sudah habis beli yang lain, jadi saya urungkan. Tapi kok ya belum sempat terbeli juga sampai sekarang? Hehe...


Sosok Isa Al Masih (atau Yesus dalam ajaran Nasrani) selalu berhasil bikin saya penasaran. Sejak kecil, ketika diceritakan tentang kisah nabi-nabi lewat buku Kisah 25 Nabi dan Rasul yang fenomenal itu, kisah Isa Putra Maryam-lah yang selalu berhasil memancing rasa penasaran saya. Mulai dari kisah kelahirannya yang luar biasa hingga tragedi penyaliban, misteri tentang Isa Al Masih seolah tidak ada habisnya. Belum lagi bagaimana kisah hidupnya terus-menerus menjadi topik perdebatan lantaran antara satu ajaran dengan ajaran lain memiliki versi kisah yang berbeda.

Nggak heran juga buku ini nangkring di wishlist saya karena belakangan saya makin suka mempelajari sejarah peradaban manusia, termasuk dalam hal agama. Hehe.

3. Buku-bukunya Om Jared Diamond

Pertemuan pertama saya dengan Om Jared Diamond kira-kira dua tahun silam melalui bukunya yang berjudul Collapse. Buku yang menceritakan bagaimana peradaban-peradaban di masa silam mengalami kehancuran ini berhasil memikat saya. Buku nonfiksi yang cukup tebal itu akhirnya mengantarkan saya ke karya-karya beliau yang lainnya.


Setelah saya kulik lebih jauh, saya baru tahu ternyata Collapse bisa dikatakan termasuk kedalam 3 seri buku yang membahas tentang peradaban manusia: "Guns, Germs, and Steel", "Collapse", dan "The World Until Yesterday". Meskipun tentu saja tidak masalah mana yang harus dibaca lebih dulu. Saya sendiri baru punya dua dari ketiga seri itu dan berniat akan melengkapinya tahun ini.

4. Seri Sastra Dunia, Kepustakaan Gramedia Populer



Sudah ada berapa seri sih sastra dunia yang diterbitkan ulang oleh KPG? Hah sudah 24? Oalaaahh... Embuhlah ini kok ya cover baru Seri Sastra Dunia bikin khilaf ya.... Simpel gitu, tapi manis. Dari puluhan seri yang diterbitkan ulang oleh KPG, sebetulnya saya sudah punya beberapa dari versi lain. Tapi, ah... mau nggak mau saya koleksi juga karena sudah menjadi keharusan. APAAN.

5. Seri Sejarah Terpilih, Kepustakaan Gramedia Populer

Lagi-lagi KPG. :)))))))


Nggak tahu, tapi sepertinya saya adalah pangsa pasar yang sangat empuk buat KPG. Setelah seri sastra dunia, kali ini Seri Sejarah Terpilih yang benar-benar bikin kepengen. Dari 4 buku yang sudah terbit, saya sudah beli satu dan akan saya baca tahun ini. Desain sampulnya sangat saya suka. Selain itu, saya memang sedang semangat sekali membaca buku-buku sejarah tentang Nusantara. Kapan lagi menjadi begitu nasionalis kan? Hehe.

6. Rijsttafel oleh Fadly Rahman

Beberapa waktu lalu saya main ke toko buku dan menemukan ini. Begitu saya baca kata pengantarnya, lalu bab pembukanya.... wah suka betul nih!


Kalau tidak salah ingat, Mas Fadly menulis tentang budaya kuliner di Indonesia pada masa kolonial sebagai materi skripsinya yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul Rijsttafel ini. Dari pengantarnya, saya rasa ini buku yang menarik. Karena kita bisa menelusuri kebudayaan makan di masa lalu yang sebetulnya mempengaruhi kebiasaan makan kita di masa kini. Wih!

7. Sejarah Klasik Dunia Timur oleh Victor Duruy



Whoa! Kayaknya saya harus mulai menabung supaya bisa bawa pulang buku yang satu ini mengingat harganya ya lumayan lah ya... Nggak cuma itu, ternyata buku-buku bertemakan sejarah yang ada di etalase digital Indoliterasi ini bikin lapar mata saya. Istighfar...

Demikianlah buku-buku yang paling saya incar di tahun 2017 ini. Ya, sebetulnya masih ada puluhan (atau ratusan) judul yang saya pengen. Maruk ya? Hahaha... Yang penting, semoga saya nggak gampang puas begitu saja dengan buku-buku yang sudah saya baca. Sebab bukankah masih banyak pengetahuan di luar sana yang menunggu untuk dicuri. Ya kan? Hehe.

Salam,

Juli

Comments

  1. Gue juga lagi ngincer beberapa buku Murakami lagi, setelah ada yang gue hibahin. Secara ya dapet buku IQ84 malah langsung buku 2, daripada gue jadi telolet om telolet... mending gue nyari dari awal dah.

    ReplyDelete
  2. Ichi-kyu-hachi-yon adalah buku pertamanya Haruki Murakami yang saya baca, dan memang keren banget, pokoknya nggak rugi deh bacanya meski penuh perjuangan mengingat kemampuan bahasa Inggris yang terbatas. Dan KPG di lain pihak memang satu dari sedikit penerbit yang terbitan sejarahnya berkualitas. Apalagi mereka juga punya serial Terjemahan Arkeologi dan Pustaka Hikmah Disertasi yang bagus banget buat jadi koleksi. PhD seri 13 baru terbit lho, hehe. Selamat mengoleksi buku, mudah-mudahan saya juga bisa mengikuti jejakmu, hehe.

    ReplyDelete
  3. Seri KPG, juga bikin saya mupeng sejadi-jadinya. Meski baru punya 3 buku saja, tapi semoga bisa bertambah dan ngoleksi lengkap suatu hari nanti. Aamiin.

    Selain itu, buku sastra Jepang, ini lagi saya incer juga, meski sudah beberapa kali baca sastra Jepang sebelumnya, tapi waktu baca Kappa, ini yang ngegarakin hati buat pengen ngoleksi sastra Jepang lainnya. Semoga ya semoga ada yang mau beliin, hahahahahahahaha.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Transportasi Saat Di Bangkok, Pilih Taksi Biasa atau Taksi Online?

Tuhan Maha Romantis, Menciptakan Jakarta Begitu Puitis

Paket Wisata Seru Ke Jepang Bersama Cheria Tour Travel, Biro Perjalanan Pilihan Hati