Kuliner Khas Thailand, "Ini Bisa Dimakan?"

Lidah Indonesia dan Kuliner Ajaib Thailand


Saya memang sudah terlanjur sombong menganggap lidah saya universal. Maksudnya, segala jenis makanan apapun bisa diterima lidah saya. Saya juga sudah terlanjur bangga punya lidah Indonesia. Merasa paling jago karena sudah terbiasa dengan aneka hidangan dari berbagai daerah: Betawi, Sunda, Padang, Kalimantan, Makassar, dll. Saya doyan semua. Saya juga oke-oke saja tuh menyantap makanan Korea. Kimchi, Bulgogi, Bibimbap, Toppoki? Masuuuuk. Sushi? Ayooooo. Makanya, saya pikir kuliner Bangkok atau Thailand tidak akan ada apa-apanya. Ah, paling nggak jauh beda kan dengan Indonesia. Tap...tap... tapi... ternyata kesombongan saya berakhir sampai di situ saja. :(


Sebetulnya, sefleksibel apapun kemampuan lidah saya ini, tetap saja ada daftar (panjang) makanan yang tidak saya suka. Makanan ekstrem, seperti tikus bakar asam manis atau acar dicampur potongan buntut cicak... hmm tiba-tiba saya mual. (Wong liat ada semut di nasi aja saya langsung ehe ehe). Ceker ayam juga masuk di daftar panjang itu. Kenapa? Yagitu. Andaikan saja semasa hidupnya ayam itu berkenan mengenakan sendal atau sneakers, saya mungkin masih mempertimbangkan untuk icip-icip ceker ayam. Lele juga. Mindset saya yang sudah terlanjur percaya rumor tentang riwayat pola makan Mr. Lele yang begitu... yaudalaya...

Baca juga: Tips Transportasi Saat Di Bangkok, Pilih Taksi Biasa atau Taksi Online?


Rupanya Thailand ini 'luar biasa' sodara-sodara. Serius.

Sesampainya di Bangkok, saya langsung berburu kuliner khas Thailand di kawasan Chatuchak Weekend Market. Kebetulan saya juga belum makan siang. Nah, untuk sampai ke pasar yang terkenal ini, saya cukup naik bus umum sekali saja dari Bandara Don Mueang Bangkok. (Detail mengenai ini, saya akan ceritakan di artikel lainnya). Sebelumnya, berkat googling dan tanya-tanya teman, saya jadi tahu kalau di Bangkok saya akan menemukan banyak makanan ajaib. Benar sekali sodara-sodara. Aneka santapan berbahan babi jangan ditanya. Di mana-mana ada. (Saya nggak makan babi, fyi). Ah, nggak apa-apa, pikir saya. Toh di situlah letak tantangannya. Mencari santapan yang cocok dengan lidah saya dan kantong adalah sebuah tantangan sekaligus menjadi pengalaman unik yang kelak bisa diceritakan ke teman-teman. Lagipula, bukankah perbedaan kultur dan budaya kuliner adalah sebuah anugerah juga? E-he.

1. Thai Sweet Sticky Rice With Mango atau sebut saja Nasi Campur Mangga, nggggg.....

Khao Neeo Mamuang. (dokumentasi pribadi)
Marilah kita mulai dengan yang satu ini.

Warga lokal menyebutnya Khao Neeo Mamuang. Tapi para turis lebih sering menyebutnya Mango Sticky Rice. Nasi ketan campur mangga gitu deh. Konon orang-orang Thailand suka menyantap makanan ini pada saat sarapan. Bagi saya, makanan ini tampak normal saja sih. Awalnya yhaaaa. Mangga, buah favorit saya, dicampur dengan ketan dan dibalur susu... kayaknya enaaaak. Kayaknya yhaaaa.

Tapi sodara-sodara.. ketika ketiga komponen makanan itu digabungkan, begitu saya icip... lain cerita. Rasanya.... ehehehehe. Silakan cobain sendiri deh ya. Yang pasti, saya butuh usaha keras untuk menghabiskan satu porsi makanan ini. Mubazir kalau nggak dihabisin, dalam hati. Sensasi yang saya rasakan ketika makan Khao Neeo Mamuang ini mungkin mirip ketika seseorang yang benci bau durian dipaksa suruh makan durian sampai habis. Yagitu...

Tapi buat menjawab rasa penasaran, nggak ada salahnya sih mencoba makanan yang satu ini. Dijamin halal dan bisa dimakan. Siapa tahu, sesuai selera kamu 'kan. Ohiya, harga untuk satu porsinya sekitar 40 - 50 Baht, atau sekitar 15 - 20 ribu rupiah.

2. Thai Chicken Coconut Soup, nah ini baru segerrrrr....

Tom Kha Gai. (Dokumentasi Pribadi)
Setelah menyelesaikan urusan saya dengan Nasi Ketan campur Mangga, saya segera beralih ke hidangan lainnya guna melegakan tenggorokan. Masih di Chatuchak Weekend Market, saya mencoba Tom Kha Gai alias Sop Ayam. Apa yang khas dari Sop Ayam a la Thailand ini?

http://www.myrecipes.com/
Tom Kha Gai yang saya santap dihidangkan dengan kuah yang sangat banyak. Saking banyaknya, di wadah sebesar itu bahkan isian sopnya sampai tenggelam semua. Soal rasa, inilah makanan di Bangkok yang paling saya suka selama liburan di sana. Rasanya segaaarrr. Di dalam kuah santan itu, banyak sekali terdapat rempah-rempah. Ada jahe, daun lemon, perasan jeruk nipis, basil, ketumbar, dan lain-lain. Dengan irisan ayam dan jamur yang cukup banyak, satu porsi Tom Kha Gai ini sudah bikin saya kenyang. Seingat saya, cukup merogoh kocek sekitar 70 - 100 Baht (sekitar Rp. 40ribu) untuk satu porsi besar Sop Ayam khas Thailand yang lezat ini.

3. Tom Yum Goong


Tom Yum Goong. (dokumentasi pribadi)
Goong atau Kung dalam bahasa Thiland berarti udang. Jadi, Tom Yum yang isinya udang disebut Tom Yum Goong. Kalau isinya ayam disebut Tom Yum Gai.

Selain Chatuchak Weekend Market, Asiatique The Riverfront Bangkok Night Market juga bisa kamu jadikan pilihan destinasi ketika berada di Bangkok. Di sini kamu bisa belanja seru dan jajan makanan-makanan khas Bangkok sepuasnya. Saya memesan Tom Yum Goong di salah satu rumah makan di Asiatique. Alasan saya memesan Tom Yum karena rasanya saya familiar dengan jenis makanan ini. Kalau di Indonesia dikenal dengan sebutan tomyam, 'kan?

Tampilan kuah di dalam semangkuk Tom Yum Goong begitu menggoda selera. Begitu saya icip, rasanya cukup pedas karena ternyata terdapat beberapa potong cabai goreng yang dicemplungkan ke dalam kuah hingga berwarna kemerahan.

Khas Thailand barangkali terletak pada permainan rempah-rempahnya. Hampir di setiap makanan yang saya temui, aneka bumbu dan rempah-rempah begitu mendominasi. Selain itu, ciri khas lainnya adalah rasa asam pada kuahnya, yang memberikan sensasi segar ketika kuah Tom Yum Goong melewati tenggorokan. Saya pribadi sangat suka dengan Tom Yum ini yang berisi potongan udang dan jamur. Untuk satu porsi Tom Yum Goong, saya harus merogoh dompet cukup dalam. Haha. Sekitar 200 Baht atau Rp. 80 ribu. Saya tidak tahu, tapi sepertinya jajanan di Asiatique rata-rata segitu ya?

4. Pad Thai


Pad Thai. (dokumentasi pribadi)

Pad Thai adalah jajanan pinggir jalan khas Thailand. Saya menemukan jajanan ini ketika jalan-jalan di sekitaran kawasan Khao San Road. Sekilas, makanan yang satu ini mirip dengan kwetiau sih. Ada mi berbentuk pipih yang dioseng-oseng dengan bumbu-bumbu seperti saus ikan, cabai, garam, gula, dan lain-lain. Kemudian dicampur dengan telur, tauge, daun bawang, dan daun-daun lainnya yang saya tidak tahu namanya. Dengan hanya membayar 30 Baht atau sekitar 10 ribu rupiah saja, jajanan ini cukup lezat dan mengenyangkan. Kalau mau ditambahkan dengan ayam, harganya jadi 50 Baht.

Sebetulnya masih banyak jajanan khas Thailand yang bisa kamu nikmati. Khususnya bagi kamu yang hobi menyantap jajanan ekstrem, sate kecoa dan kalajengking bisa kamu coba. Kalau saya sih... pasti minggir dulu. Hehe...

Salam,

Juli

Comments

  1. Lihat-lihat di beberapa blog yang lain dan dengar dari teman yang punya pengalaman ke Thailand saya sudah punya anggapan kalau ketan susu mangga itu enak banget. Tapi di sini saya mendapat masukan yang berbeda. Hm, kalau begitu vonis baru bisa dijatuhkan jika saya sudah tandang ke sana nih. Hehe.
    Setuju, ada banyak rempah yang dipakai di khasanah kuliner tanah Siam itu. Tapi yang bagi saya menarik, meski rempah-rempah dan rimpang-rimpang itu jenisnya tak seberapa banyak, di region-region Asia yang berbeda mereka menghasilkan cita rasa yang beda-beda juga, namun unik satu sama lain. Thailand dan Siam, India dan Asia Selatan, Melayu dan Sumatera, bahkan antara Jawa dan Bali pun beda. Penelusuran soal kuliner kayaknya menjanjikan buat topik di blog. Hehe...

    ReplyDelete
  2. Mau coba pad thai nya xD kata temen gue yang orang Thailand, 'pad' itu goreng, 'thai' ya Thailand. Jadi pad thai adalah Thailand goreng #ngakak xD

    Wah, itu makanan agak berat semua, kayanya gue lebih prefer jajanan pinggir jalan xD

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Transportasi Saat Di Bangkok, Pilih Taksi Biasa atau Taksi Online?

Tuhan Maha Romantis, Menciptakan Jakarta Begitu Puitis

Paket Wisata Seru Ke Jepang Bersama Cheria Tour Travel, Biro Perjalanan Pilihan Hati