Tolong Habiskan Makananmu: 5 Kebiasaan Kecil Ini Sangat Bermanfaat Untuk Bumi

Belakangan curah hujan di Bekasi sedang tinggi-tingginya nggak sih? Terpaksa kan akhirnya saya pakai sendal setiap pergi ke kantor. Soalnya, kalau pakai sepatu terus basah, males banget kan. Selain jadi nggak nyaman, kaus kaki juga jadi bau apek. Eh, apa cuma saya aja yang bau? :(

http://www.bbc.com/
Saat debit air hujan sedang tinggi-tingginya, beberapa daerah bahkan sampai mengalami banjir yang cukup parah. Selain karena sangat sedikitnya daerah resapan air, seperti kali dan gorong-gorong, banjir juga seringkali disebabkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Oh iya, selain masalah banjir, polusi udara juga merupakan masalah yang nggak kalah kritikal. Ya kan? Bayangin pas kejebak macet, terus bau asap knalpot di mana-mana. Duh, kesel nggak sih? Nah, kemunculan kendaraan jenis Low Cost Green Car (LGCC) juga makin memperparah kondisi polusi udara. Orang-orang ramai-ramai membeli mobil dengan harga murah. Entah untuk keperluan transportasi ke tempat kerja, sekolah, atau hanya untuk pergi liburan semata. Yang pasti, sarana transportasi umum tidak (pernah) menjadi pilihan utama. 

Saya jadi teringat film "Gita Cinta dari SMA" yang dimainkan oleh Rano Karno pas masih belum berlumur dosa muda. Pas Yessy Gusman masih cantik-cantiknya. Hahaha. Di film itu, kita bisa melihat orang-orang masih menggunakan sepeda ke mana-mana. Dan kendaraan paling mewah yaitu kalau nggak Vespa ya Kijang kotak. Hahaha. Lah... Kalau sekarang, kayaknya mobil nggak menjadi barang mewah lagi ya. Bahkan kedudukannya sudah bergeser, yang tadinya kebutuhan tersier, sekarang sudah menjadi kebutuhan primer, hampir setara dengan nasi hahaha. Anak SMA saja tunggangannya Jazz bro...

Nah, sekarang mari kita membahas tentang planet tercinta kita, yaitu Bumi. Menurut informasi yang dilansir oleh NASA, para ahli iklim setuju bahwa penyebab utama terjadinya pemanasan global adalah adanya peningkatan kuantitas gas rumah kaca. Gas-gas rumah kaca tersebut antara lain: Karbon dioksida, Metana, dan Nitrogen Oksida, dsb. Peningkatan volume gas-gas tersebut antara lain disebabkan oleh proses industri, asap kendaraan, dll. Cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, badai, hurricane, dll merupakan dampak yang timbul dari fenomena pemanasan global. Untuk tahu lebih lanjut, teman-teman bisa berkunjung ke http://climate.nasa.gov/.

Isu perubahan iklim itu kelihatannya terlalu besar ya buat kita. Tapi sesungguhnya itu memang sedang terjadi. (Walaupun Donald Trump bilang ini hoax dan isu buatan China). Tapi saya yakin kamu ngerasain kalau beberapa tahun terakhir ini kondisi cuaca nggak menentu. Ya kan? Kapan musim hujan kapan musim kemarau sudah nggak teratur. Yang teratur cuma musim kawin (?). Selain itu, saudara-saudara kita di luar sana juga banyak yang mengalami kekeringan, susah mencari air bersih. :(

Ke sekolah naik kuda :((( http://factworld27.blogspot.co.id/

Untuk mengatasi masalah sebesar itu memang bukan perkara gampang. Hampir mustahil kita minta semua pabrik biang polusi itu untuk berhenti beroperasi. Atau nyuruh anak-anak SMA untuk kembali menggunakan sepeda atau berkuda. Yakali. Tapi tentu kita sebagai individu punya alternatif lain yang bisa dilakukan untuk alam. Hitung-hitung jadi aktivis lingkungan kecil-kecilan lah ya.

1. Membawa tumbler kemana-mana


Bawa tumbler, yuk!
Dikutip dari World Atlas, ternyata Indonesia termasuk kedalam daftar lima besar negara pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Gila, ya! Memang sih ya, botol plastik banyak sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti botol air mineral, botol minyak, botol obat-obatan, dan botol-botol lainnya. Namun sayangnya, banyak teman-teman kita yang membuang botol-botol plastik tersebut secara sembarangan. Padahal, jika botol-botol plastik itu menumpuk di sungai bisa berdampak banjir. Selain itu, menurut para ahli sampah-sampah plastik tersebut baru bisa terurai dalam kurun waktu 100 tahun. :(

Sebenarnya ada alternatif lain supaya konsumsi botol plastik, khususnya air mineral, bisa dikurangi. Yup! Yaitu dengan menggunakan tumbler alias membawa botol minum dari rumah. Dengan membiasakan bawa minum di tumbler, jadi kita tidak perlu lagi membeli air mineral atau minuman kemasan plastik lagi. Ya, walaupun tetap beli pun, paling nggak sudah nggak sesering dulu. Jadi, nggak ada salahnya kan mulai sekarang kamu mulai bawa tumbler kemana-mana. Nggak repot, kok!


2. Sedia totebag

Abaikan modelnya, yhaaaa! :(
Masih berkaitan dengan plastik, menurut informasi yang saya dapat dari web LIPI nih, ternyata Indonesia tercatat sebagai negara terbesar kedua di dunia yang membuang sampah plastik ke lautan. Yaitu mencapai angka 187,2 ton. Duh. Tahu nggak, sampah plastik tersebut dapat berubah menjadi mikroplastik yang terapung di lautan loh. Mikroplastik tersebut kemudian menjadi berbahaya ketika dikonsumsi oleh ikan dan biota laut, kemudian ikan tersebut sampai di atas piring kita siap untuk disantap. :(((

Tapi kebiasaan memakai plastik ini bisa dikurangi kok. Yup! Saya selalu menyiapkan totebag atau kantung belanja kemana-mana, jaga-jaga kalau mau jajan di Alfam*rt nggak usah pakai plastik lagi. :))

3. Kalau makan dihabisin

Cukup yang disisain kenangan manis aja, makanan jangan! (http://modernfarmer.com/)
Tahu nggak berapa banyak makanan yang diproduksi dalam satu menit? Berapa yang dikonsumsi dan berapa yang terbuang? Nih, ada sekitar 8 RIBU TON makanan yang diproduksi, 5 RIBU TON yang dikonsumsi, dan 3 RIBU TON yang terbuang hanya dalam 1 MENIT di seluruh dunia. Angka-angka itu bisa kamu lihat di web penghitung makanan http://worldfoodclock.com/. Sementara sampai detik saya menulis ini, jumlah makanan yang terbuang (food waste) di tahun 2016 di seluruh dunia sudah mencapai 622 JUTA TON lebih! Gila kan?! Di web The World Counts kamu bisa cek secara realtime jumlah makanan yang terbuang di seluruh dunia.

http://worldfoodclock.com/

Apa sih hubungannya antara makanan yang terbuang dengan kondisi bumi saat ini?

Gini, setelah makanan-makanan itu sampai di tempat pembuangan sampah, makanan akan rusak/ membusuk dan menghasilkan gas metana. Gas tersebutlah yang berkontribusi pada efek rumah kaca, yang mengakibatkan global warming. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), sampah makanan memberikan andil sebesar 8% emisi gas rumah kaca. Silakan baca link ini untuk info lebih lengkap.

Jadi mulai sekarang, kalau mau makan jangan lupa dihabiskan ya! :)))

4. Siapin kresek di dalam tas

Apakah kamu salah satu yang merasa cukup kesulitan menemukan tempat sampah di tempat umum? Kalau iya, kita senasib. Kayaknya, populasi tempat sampah memang lebih sedikit ketimbang jumlah sampah yang dihasilkan oleh manusia ya. Apalagi, mengingat perilaku konsumtif manusia (urban) yang sangat tinggi, berapa jumlah sampah yang ada? Tak terhitung.

Membawa kresek kecil di dalam tas barangkali bisa menjadi alternatif untuk masalah kurangnya tempat sampah di tempat umum. Jika kita habis makan siomay, misalnya, kemudian bingung mau buang sampah plastiknya dimana, kresek yang kita bawa bisa digunakan untuk pengganti sementara fungsi tempat sampah. Nah, baru deh ketika nanti sudah ketemu tong sampah betulan, buanglah diri kita sampah tersebut ke tempat sampah. Beres, kan? Kita berhasil melakukan sesuatu untuk bumi. :)

5. Matikan lampu ketika tidur

Duta Sheila On 7 pernah menyanyikan sebuah lagu berjudul "Jangan Takut Akan Gelap", yang di dalamnya terdapat lirik begini: "Jangan takut gelap, karena gelap melindungi kita dari kelelahan".


http://www.playbuzz.com/
Nyatanya, lirik lagu yang dinyanyikan oleh Duta nggak cuma omong kosong belaka kok. Karena menurut penelitian, tidur dalam keadaan gelap memang punya banyak manfaat. Di antaranya: tidur lebih nyenyak, pikiran lebih rileks, meningkatkan imunitas, dan tentu saja menghemat listrik. Tetapi, kalau sudah terbiasa tidur dalam kondisi ruangan terang memang agak susah menerapkan kebiasaan baru ini. Saya juga begitu dulu. Perlu dipaksa dan dibiasakan supaya bisa mengubah kebiasaan lama.

Padahal, tentu saja dengan menghemat penggunaan listrik secara otomatis kamu juga telah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang digunakan untuk pembangkit listrik. Sekali lagi, kamu turut berperan dalam aksi menyelamatkan bumi. :)

Tentu saja masih banyak aksi yang bisa kita lakukan untuk bumi. Yang saya uraikan di atas pun hanya secuil saja dari banyaknya aksi yang jauh lebih besar lainnya. Tapi, dalam lingkup kecil individu bolehlah kita mulai kebiasaan-kebiasaan kecil di atas. Semoga saja upaya kecil yang kita lakukan secara kolektif dapat berdampak besar untuk bumi yang kita tinggali ini.

Salam,

Juli 

Comments

Popular posts from this blog

Tips Transportasi Saat Di Bangkok, Pilih Taksi Biasa atau Taksi Online?

Tuhan Maha Romantis, Menciptakan Jakarta Begitu Puitis

Paket Wisata Seru Ke Jepang Bersama Cheria Tour Travel, Biro Perjalanan Pilihan Hati