Doctor Strange Dan Probabilitas Kemunculan Aa Gatot Brajamusti Di Kamar-Taj

Tentu saja saya bukan pengikut Marvel garis keras. Tahu Spiderman dan Wolverine saja sudah walhamdulillah. Wong buat saya, untuk mengingat nama-nama manusia super jebolan Marvel saja sama mustahilnya dengan mengingat nama-nama pejabat pemerintah koruptor saat ini. Saking banyaknya gitu? Eh?

http://www.cgmagonline.com/
Lalu muncul Dr. Strange, salah satu manusia super dari silsilah Marvel yang baru saya ketahui. Ceritanya, seorang dokter syaraf bernama Strange mengalami kecelakaan mobil yang sangat parah di kawasan puncak daerah tebing. Ironis, tangannya kemudian mengalami kerusakan syaraf sehingga kerap gemetaran kalau hendak memegang sesuatu. Ketidakmampuannya dalam memegang sesuatu inilah yang lantas membuat si Doctor depresi berat. Saking depresinya, Strange sampai lupa kalau bagian tubuhnya yang laina masih diberi anugerah sehat walafiat. Bahkan mukanya yang semula bonyok parah pasca kecelakaan, tau-tau sudah kembali mulus setelah melalui serangkaian operasi plastik made in Korea. Tapi ya namanya lalaki, kalau tangannya sudah nggak bisa dipakai untuk memegang sesuatu, tetap saja bikin depresi. Gitu kali (?)


Film berdurasi hampir dua jam ini dibuka dengan adegan a la Inception mix Matrix mix praktik perdukunan sihir: gedung-gedung pencakar langit jungkir-balik, jalanan terbelah, perisai mirip api muncul dari tangan tokoh-tokoh yang sedang bertarung. Buat saya yang biasanya cuma nonton sinetron dengan visual effect naga terbang Indosiar, mengangalah saya dibuatnya. Dalam hati, egila egila egila kereeen!

Melihat Mas Benedict memainkan peran Doctor Strange tentu membuat saya sekali duakali teringat pada Sherlock (yang juga diperankan oleh aktor yang sama). Keduanya sama-sama memuja logika. Otak encer milik Strange serupa dengan Sherlock, hanya saja dalam versi yang berbeda. Beberapa kali artikulasi Strange saat bicara bahkan plek sama persis dengan Sherlock - cerdas dan taktis. Ya nggak sih?

Cerita semakin berkembang ketika Strange bertemu dengan seorang tokoh figuran yang cuma muncul sekali dalam film. Saya kira si Pangborn, tokoh figuran itu, bakal jadi karakter penting yang menciptakan twist di akhir film. Tapi ternyata eh ternyata, dia emang cuma beneran nongol sekali doang dong wahai kawan-kawan. Strange menemui Pangborn di lapangan basket cuma mau tanya alamat lengkap klinik pengobatan alternatif di daerah Bojong. Seorang dokter bedah syaraf yang IQ-nya mungkin nyaris sama dengan Einstein itu langsung haqqul-yaqqin dong ya dengan keterangan abang-abang yang baru dia temuin sekali. 

Klinik pengobatan alternatif itu bernama Kamar-Taj. Letaknya di gang-gang dekat pasar uler di daerah Kathmandu, Nepal. Berjumpalah kita dengan ketua padepokan itu, Si Penyihir Agung/ The Ancinet One: cewek berkepala plontos yang diperankan oleh Tilda Swinton. Di sini padahal saya sedikit berharap Aa Gatot Brajamusti muncul memberi ceramah singkat mengenai implementasi amar maruf nahi munkar dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, begitu Doctor Strange minum teh pemberian si Mbak Plontos, dia langsung teler dong. Apakah itu efek samping aspat ataukah dia hanya mabok aer?

Transformasi Manusia Super

Tidak seperti superhero lainnya, proses transformasi Doctor Strange ketika menjadi manusia super tidaklah dengan cara disuntik Steroid, Silicon, atau DNA Kodok Burik seperti kawan-kawan seperjuangannya. Strange melewati serangkaian latihan fisik, praktik-praktik perdukunan yang diketuai Aa Gatot mistis dan membaca kitab-kitab kuno berbahasa Sansekerta hingga akhirnya dia mampu menciptakan perisai mistis, teleportasi, dsb.

http://goos3d.ie/

Selanjutnya, seperti hampir di semua film superhero lainnya, Doctor Strange pun harus berjuang mengalahkan penjahat demi menyelamatkan dunia dari kehancuran. Secara keseluruhan, Doctor Strange sangat asyik untuk ditonton. Adegan-adegan dengan animasi dan visual effect nan canggih tentu menjadi hiburan yang memuaskan. Penampilan Benedict Cumberbatch pun boleh dikata bisa menjadikannya sebagai Marvel Darling seperti Ryan Reynold dalam Deadpool. Selipan dialog lucu di tengah-tengah film sukses membuat saya tertawa keras.

Parameter-parameter di atas, belum lagi ditambah dengan wujud ikonik Tilda Swinton sebagai The Ancient One, membuat saya bahagia saat menontonnya. Secara tidak terduga, film ditutup dengan penyelesaian yang cukup asik. Bukan dengan adegan saling bunuh-bunuhan seperti yang biasa terdapat di film-film superhero lainnya. Justru dengan aksi intelektual dan cerdik, Doctor Strange seolah ingin meninggalkan kesan bahwa permasalahan sebesar semestapun dapat diselesaikan dengan menggunakan kekuatan pikiran, bukan otot semata.

*Adegan Terfavorit:

- Pas The Ancient One (Tilda Swinton) mukul Doctor Strange sampai roh Doctor Strange terlepas untuk pertama kalinya. Ihkeren.

- Pas Doctor Strange nge-fly, animasinya canggih parah! Cuma emang lama-lama bikin gue pening sih.

Salam,

Juli

Comments

  1. Dan, kenapa itu kekuatan gelapnya malah lebih kece, lebih berwarna-warna ala neon colors gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warna-warna metaliknya mencengangkan ya... Wkwk

      Delete
  2. Ralat, Gan..
    Pangborn keluar dua kalik, hahahahahahahaha

    Pertama di scene yang lu sebutin, yang kedua dia keluar di short movie di sela credit title, yang bakal jadi salah satu cikal bakal akan ada Dr. Strange kalo memungkinkan.. hahahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membaca ini membuat saya sakit hati. :(((((

      Delete
  3. hahahaha ngebayangin kalo seriusan ada aa gatot disana apa jadinya..
    btw namamu juli ? juli aja ? apa seperti adele ? eminem ? beyonce ? hehehe pissss

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAHAHAHA!!! Naini nih bagian yang paling lucu menurut saya. XD

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Transportasi Saat Di Bangkok, Pilih Taksi Biasa atau Taksi Online?

Tuhan Maha Romantis, Menciptakan Jakarta Begitu Puitis

Paket Wisata Seru Ke Jepang Bersama Cheria Tour Travel, Biro Perjalanan Pilihan Hati